Selamat Datang di TeknolaNesia

:)

Ini Harga yang Masuk Akal untuk OnePlus Two

TeknoLaNesia
Walau isu "kepanasan" masih menyelimuti prosesor baru buatan Qualcomm, Snapdragon 810, banyak vendor smartphone yang tetap akan menggunakannya. Salah satunya adalah OnePlus dengan perangkat andalan keduanya, OnePlus Two.

Lalu, berapa kira-kira harga OnePlus Two nantinya jika benar jadi menggunakan prosesor Snapdragon 810?

CEO OnePlus, Liu Zuohu, dilansir Gizmo China pada Kamis (7/5/2015), menanyakan hal tersebut kepada fans OnePlus melalui akun jejaring sosial Weibo miliknya.

"Jika OnePlus Two menggunakan Snapdragon 810, berapa kira-kira harganya nanti?" demikian tulis Liu. Dikutip KompasTekno, banyak fans yang memberikan kisaran harga yang masuk akal.

Liu pun nampaknya sependapat dengan beberapa usul harga Oneplus Two yang diajukan oleh fans OnePlus. Beberapa jam kemudian Liu menulis di akun Weibonya bahwa 2.499 Yuan nampaknya menjadi harga yang sesuai.

Jika dirupiahkan, maka 2.499 Yuan setara dengan Rp 5 juta. Sementara OnePlus One sendiri saat ini dibanderol Rp 4,5 juta untuk versi penyimpanan 64 GB, dan Rp 4 juta untuk versi 32 GB di Indonesia.

Menurut kabar yang beredar, OnePlus Two dijadwalkan akan dirilis oleh OnePlus pada kuartal tiga tahun ini.

Rumor yang beredar selama ini menyebut bahwa selain mengusung prosesor Snapdragon 810, OnePlus Two juga dilengkapi dengan memori RAM 4 GB, layar ukuran 5,5 inci resolusi 2K, dan memiliki sensor sidik jari.

Ponsel 2G akan dihilangkan untuk menjaga konsumen

TeknoLaNesia
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) akan mengeluarkan aturan baru terkait ponsel 2G,  peraturan menteri ini sendiri merupakan jawaban atas maraknya ponsel 2G. Perlu diketahui pengguna ponsel 2G yang ada di Indonesia mencapai 70%.

Menurut Nonot Harsono selaku Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia ( BRTI ), rencana Permen tersebut bertujuan untuk melindungi konsumen dikarenakan masyarakat masih banyak yang awam soal mana ponsel yang 2G only dan mana ponsel yang bisa bekerja pada jaringan 2G, 3G,  atau bahkan 4G. Sehingga, ini juga merupakan tugas dari pemerintah untuk membantu masyarakat tidak salah membeli.

"Ini kan tujuannya buat melindungi konsumen. Masalahnya itu, kalau konsumen beli ponsel yang 2G only, kemudian sudah mau masuk era 4G, ponsel 2G only yang dibeli itu tidak akan bisa dipakai. Makanya, kita mendorong vendor ponsel untuk mengeluarkan ponsel multi teknologi, tidak hanya berbasis 2G tapi juga bisa 3G," katanya dikutip  Merdeka.com di Jakarta, (05/05).

Oleh sebab itu, lanjutnya, saat ini pemerintah sedang meminta para operator untuk mendata pelanggannya yang masih pakai ponsel 2G only. Nantinya, operator akan mendata melalui IMEI jumlah para pelanggannya yang masih aktif berkomunikasi pada jaringan 2G.

"Nanti operator cek berapa banyak akses komunikasi yang berjalan di atas jaringan 2G mereka, jelasnya.

Kendati begitu, belum bisa dipastikan kapan penerapan kebijakan ini akan dimulai.

Internet tanpa pulsa untuk semua mendapatkan apresiasi

TeknoLaNesia
Apresiasi datang dari pengusaha mikro wanita binaan Industri di Tanggerang selatan atas dilaksanakannya program “Internet Tanpa Pulsa untuk Semua” yang diluncurkan Indosat dan Facebook melalui internet.org
Para pengusaha wanita merasakan mudahnya mendapatkan informasi yang berguna bagi pengembangan usaha mereka melalui sejumlah website yang dapat diakses secara gratis.

“Alhamdulillah, banyak yang saya dapatkan dari Indosat, bantuan modal usaha sangat terasa manfaatnya untuk menghidupkan usaha saya. Awalnya saya tidak pernah menggunakan handphone untuk bertransaksi, melalui dompetku saya bisa melakukan transaksi keuangan lewat handphone. Sekarang dengan adanya internet.org saya dapat belajar mengakses berbagai macam situs internet yang tentunya dapat membantu saya mengembangkan usaha dan menambah wawasan tentang berbagai hal,” ujar Lasmanah, salah satu pengerajin daur ulang dari Tangerang Selatan yang menerima dana usaha mikro via Dompetku.

Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat menambahkan, “Program ini merupakan wujud komitmen Indosat dalam memberikan manfaat dari akses Internet bagi masyarakat Indonesia. Kami berharap dengan kemudahan mendapatkan inforamasi dari akses internet tanpa pulsa ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia secara keseluruhan.”

Intel perkenalkan perangkat baru

TeknoLaNesia
JAKARTA - Hari ini Selasa (5/5/2015) tepat digelarnya event Intteligent Generation sebagai acuan perubahan teknologi yang diselenggarakan oleh Intel. Acaranya sendiri bertemakan Entering New World of Possibilities, dalam acaranya tersebut Intel memperkenalkan dan mendemostrasikan berbagai perangkat baru. Salah satu produk terbaru yang diperkenalkan yaitu prosesor Intel Core Generasi ke-5, prosesor Intel Core M, dan Intel Computer Stick.

Menurut Harry K Nugraha, Country Manager Intel Indonesia "Intel memiliki visi yang menjelaskan bahwa setiap benda yang pintar dan terhubung, akan lebih canggih jika berbasis prosesor Intel. Hal ini menjadi kunci kami dalam berinivasi untuk menghandirkan berbagai teknologi terbaru untuk memudahkan kehidupan setiap orang di dunia ini".

Acara tersebut juga sebagai perayaan 50 tahun hukum Moore, dimana hukum Moore sendiri merupakan acuan peningkatan performa dan perkembangan teknologi yang digunakan Intel.

"Hukum Moore ini terus mendorong inovasi teknologi komputasi Intel menjadi cepat dalam hal performa, lebih terjangakau untuk menjadi otak perangkat canggih modern. Hukum ini juga menggerakan Intel untuk bisa menghadirkan berbagai teknologi canggih," tegas Harry.

 
Powered By Blogger

Total Tayangan Halaman