Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola Indonesia. Tampilkan semua postingan

Rekonsiliasi arema menghasilkan

TeknoLaNesia
Rekonsiliasi di tubuh Arema Indonesia yang dimediasi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga menghasilkan opsi - opsi . Sekretaris Jenderal BOPI Heru Nugroho mengungkapkan .
"Ada beberapa opsi yang mungkin ditempuh dalam rekonsiliasi. Ini bukan ide kami, dan tak akan kami paksakan. Kami hanya memediasi pihak-pihak yang bersengketa," ujar Heru.

"Ada opsi satu pihak menjadi pemilik, yang lain mengelola. Opsi kedua, ada dua Arema dengan branding yang beda. Ketiga, dua pihak ini melebur dalam satu badan," lanjutnya.

Sebelumnya, Heru menegaskan, BOPI mendorong dua kubu yang memperebutkan nama Arema untuk berkompromi. Upaya ini bahkan sudah dilakukan BOPI dengan berupaya mendamaikan pihak Winarso yang sejauh ini dapat membuktikan diri memegang legalitas PT. Arema Indonesia dengan pihak pengelola Arema Cronus.

"Pada Senin (27/04) lalu, BOPI dan Kemenpora sudah mengundang Winarso, Novi (istri alm Lucky Acub Zainal) dan Iwan Budianto. Mereka ini yang harus rekonsiliasi ihwal Arema," paparnya.

"Winarso dan Novi bisa hadir pada saat itu. Sementara, Iwan -karena mengaku ada kesibukan lain- tidak bisa hadir," tambah Heru.

Lebih lanjut, Heru membeber alasan di balik ikut dipanggilnya kubu Winarso dan Novi. Pasalnya, menurut mereka, kubu ini memiliki dokumen-dokumen legal Arema, seperti NPWP Asli dan beberapa dokumen lain.

Bocoran nama - nama yang mengisi tim transisi

TeknoLaNesia
Save Our Soccer (SOS) menanggapi keras isu tentang nama - nama yang akan mengisi tim transisi
"SOS mengajak masyarakat untuk berpartisipasi mengawal. Agar Tim Transisi yang vital ini dapat diisi oleh orang-orang yang luar biasa, Mereka tidak boleh mudah dibeli oleh kepentingan tertentu dan berani memperjuangkan sepakbola indonesia secara netral dari kepentingan politik," ungkap Apung

Sebelumnya, terdapat isu tentang  nama-nama yang disebut bakal mengisi posisi sebagai anggota tim transisi. Selain beberapa nama anggota Tim Sembilan -seperti: Gatot S Dewa Broto, Eko Ciptadi, Oegroseno, Djoko Susilo dan Ricky Jacobi- ada beberapa nama lain. Mereka adalah: Said Didu, Zuhairi Misrawi, Cheppy T Wartono, Kurniawan Dwi Yulianyo, Valentino Simanjuntak, Darius Sinathriya, Faisol Riza, Edy Sofyan, Rully Nere, Saut Sirait dan Taufik Jursal Effendi.

Lebih lanjut, SOS memberi masukan kepada Menpora agar cepat dan tepat dalam pemilihan orang-orang yang bakal mengisi tim transisi. Hal ini mutlak dilakukan agar publik tidak lagi ragu.

"Idealnya, jika ada Tim Sembilan masuk dalam Tim Transisi, perwakilan dari BOPI yang cukup paham dalam permasalahan juga dimasukkan," tandas Apung.

Kemenpora terus mencari dukungan FIFA

TeknoLaNesia
Kemenpora terus berupaya meyakinkan FIFA terkait pembekuan  PSSI hal ini merupakan antisipasi jika respon FIFA  tidak sesuai harapan.
Pembekuan sesuai surat keputusan tertanggal 17 April, di mana seluruh kegiatan dan keputusan yang dikeluarkan PSSI tidak diakui. Pihak Kemenpora menilai jika PSSI mengabaikan peringatan yang sebelumnya sudah disampaikan.

"Minggu lalu sudah (dijelaskan) ke Jerome Valcke (Sekjen FIFA). Kami menjelaskan soal pembekuan dalam surat tertanggal 22 April," ujar terang Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S Dewa Broto.

"Kami tetap mendorong FIFA untuk memahami. Kalau surat kami tidak mempan, kami akan kirim tim untuk konsultasi," pungkasnya.

Beri Deadline, Persija Minta Menpora Ganti Kerugian Klub

TeknoLaNesia - Ketua Umum Persija Jakarta, Ferry Paulus kembali mengingatkan agar Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, mencabut keputusan membekukan PSSI.
Bahkan dikatakan Ferry, Menpora harus bergerak cepat dalam merespon tuntutan tersebut. Sebab, bukan hanya Persija yang menginginkan hal serupa, melainkan seluruh peserta kompetisi QNB League 2015.

Lebih jauh, Ferry mengungkapkan jika Menpora belum juga melakukan pencabutan pembekuan PSSI hingga 1 Mei mendatang, maka Persija akan merekomendasikan kepada para petinggi PSSI untuk benar-benar mengabulkan permintaan agar kompetisi ditiadakan.

"Kami akan sarankan kepada Komite Eksekutif PSSI untuk dengan terpaksa memutuskan kompetisi harus diberhentikan akibat force majeur. Karena masa depan sepakbola dan kompetisi berada dalam ketidakpastian. Untuk itu kami, klub-klub ISL minta Menpora harus bertanggung jawab berkaitan dengan semua kerugian-kerugian yang kami alami," ujar Ferry.

"Kami sudah pernah mengalami dualisme. Kompetisi di luar PSSI pasti tidak diakui FIFA atau AFC. Jadi, mana mungkin bisa begitu saja mengambil alih PSSI melalui Tim Transisi. Kalau terbentuk, sama saja Menpora merampas PSSI. Itu adalah cara yang salah. Bukan begitu?" tutupnya.

AFC peringati pssi soal independensi

TeknoLaNesia - AFC meminta supaya PSSI dapat menjaga stabilitas. Hal tersebut muncul setelah PSSI periode 2015-2019 yang dihasilkan melalui Kongres Luar Biasa (KLB) di Surabaya 18 April bertemu dengan petinggi AFC.
Dari pihak PSSI, diwakili Ketua Umum La Nyalla Mahmud Mattalitti, Wakil Ketua Umum Hinca Panjaitan, dan Acting Sekjen PSSI, Azwan Karim. Pertemuan berlangsung sebelum Kongres AFC di Bahrain digelar atau setelah PSSI bertemu dengan Sekjen AFC, Alex Soosay.

Dalam pertemuan ini, Presiden AFC, Salman Bin Ibrahim Al-Khalifa menegaskan pentingnya independensi federasi sepakbola sebuah negara.

"Stabilitas sebuah Federasi di setiap negara anggota AFC dalam hal ini PSSI harus dijaga. Saya berharap, mudah-mudahan pemerintah Indonesia mengerti independensi yang diharuskan FIFA kepada anggotanya," ujar Salman.

Sementara itu, Acting Sekjen PSSI, Azwan Karim menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyampaikan hasil KLB, yang beragendakan pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Komite Eksekutif.

"Kami sudah memberi tahu hasil KLB kemarin dan melaporkan situasi dan kondisi PSSI saat ini kepada AFC," pungkasnya. (esa/pra)

Kompetisi Berhenti, Dejan Antonic Mengaku Tak Masalah

TeknoLaNesia
Bola.net - Dihentikannya kompetisi QNB League oleh PT Liga Indonesia tak membuat Dejan Antonic risau. Sebaliknya, pelatih Pelita Bandung Raya ini mengaku ada hikmah di balik penghentian kompetisi ini.
"Nggak apa-apa kompetisi berhenti sementara," ujar Dejan, pada Bola.net.

"Ada waktu buat kita menyelesaikan masalah-masalah yang ada dulu. Jadi, ketika kompetisi berjalan lagi, semua masalah sudah beres," sambungnya.

Sebelumnya, melalui surat bernomor 389/Liga/IV/2015 PT Liga Indonesia memastikan kompetisi QNB League dihentikan sementara. Surat tertanggal 26 April 2015 ini ditandatangani CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono.

Lebih lanjut, menurut Joko Driyono, keputusan kelanjutan QNB League bakal diputuskan pada rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Rapat ini dijadwalkan dihelat pada 2 Mei mendatang.

Sementara itu, dari hasil rapat antara klub-klub peserta QNB League, PT Liga Indonesia dan Kemenpora, Senin (27/04) lalu, kelanjutan kompetisi masih suram. Mereka meminta Menpora Imam Nahrawi mencabut surat keputusan Menpora -yang tidak mengakui kepengurusan PSSI- sebelum mau memutar kompetisi lagi.

Indonesia Berpeluang Besar Taklukkan Inggris pada Piala Sudirman

TeknoLaNesia ,
Jakarta: Perwakilan nomor ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo optimistis timnya mampu melewati fase grup Piala Sudirman dengan baik. Keyakinan itu muncul karena mereka sudah saling membaca kekuatan lawannya.

Indonesia dijadwalkan untuk menghadapi Denmark dan Inggris pada grup 1C Piala Sudirman. Kevin yang dipasangkan dengan Marcus Fernaldi Gideon mengakui lawan terberatnya hanya Denmark karena mereka memiliki pemain ganda putra yang tangguh. Sementara itu, untuk para wakil Inggris, disebutkan Kevin hanya pasangan ganda campurannya saja yang berbahaya. 

"Denmark punya pasangan Mathias Boe/Carsten Mogensen dan Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding. Sedangkan, tim Inggris memiliki ganda campuran Chris/Gabrielle Adcock. Sisanya, mereka malah tidak terlalu kuat pada ganda putra," kata Kevin.

"Tim Indonesia berpeluang cukup besar, terutama pada ganda putra. Karena ada senior saya Hendra/Ahsan dan ada Angga/Ricky. Kemudian, saya juga selalu siap jika nanti diberi kepercayaan," tambah atlet asal klub Djarum Kudus itu.

Tak ingin di sanksi Kemenpora surati FIFA

TeknoLaNesia
Jakarta: Terkait putusan pembekuan PSSI oleh Kemenpora membuat banyak pihak khawatir FIFA menjatuhkan sanksi kepada sepak bola Indonesia. Namun, demi terhindarnya Indonesia dari sanksi FIFA, Kemenpora sudah melakukan upaya pencegahan.

Deputi V Bidang Keharmonisan Kemenpora, Gatot S Dewa Broto mengatakan bahwa pemerintah sudah mengirimkan surat kepada FIFA per tanggal 22 April untuk menjelaskan masalah yang terjadi.

"Tanggal 22 pemerintah sudah mengirimkan surat kepada FIFA dan ditujukan khusus kepada Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Valcke," ujar Gatot kepada wartawan, Senin (27/4/2015).

Namun, Gatot mengatakan jika surat itu masih tidak memberikan efek apa pun, maka pemerintah akan mengusahakan cari lain. Kemenpora akan mengirimkan tim ke FIFA untuk berbicara secara langsung.

"Kalau surat belum mempan juga, nanti ada tim yang akan berkonsultasi dgn FIFA," pungkas Gatot.

Ini jawaban Menpora soal pencabutan status pssi

TeknoLaNesia
Jakarta: Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi melalui surat tertanggal 17 April 2015, resmi mengeluarkan keputusan untuk membekukan PSSI. Sekarang, pertanyaannya adalah kapan Kemenpora akan mencabut status pembekuan itu?

Deputi Bidang V Harmonisasi Kemenpora, Gatot S Dewa Broto punya jawabannya tersendiri. Status pembekuan itu akan dicabut sampai tim transisi selesai bekerja.

Tim transisi nantinya akan bekerja untuk mengurusi masalah sepak bola Indonesia termasuk untuk menggelar kongres PSSI sampai PSSI punya kepengurusan baru. Dalam hal ini Gatot juga menjelaskan bahwa tim transisi akan hanya akan memfasilitasi.

"Sampai kapan pembekuan itu akan dicabut? Sampai tim transisi selesai bekerja," ujar Gatot kepada wartawan, Senin (27/4/2015).

"Yang dilakukan tim transisi adalah hanya memfasilitasi dan menggelar kongres (PSSI) lagi sampai tercipta kepengurusan PSSI yang baru," lanjut Gatot.

Rencananya, pihak Kemenpora akan mengumumkan susunan tim transisi dua sampai tiga hari ke depan.

Pertemuan Menpora dan PT Liga buntu

TeknoLaNesia
Jakarta - Pertemuan antara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, PT Liga Indonesia serta 18 klub-ISL (Indonesia Super League) mengalami jalan buntu dan tidak menghasilkan suatu putusan yang berarti.
Rapat tertutup itu digelar di kantor Kempora, Jakarta, Senin (27/4), mulai pukul 16.30 WIB yang dipimpin oleh Imam Nahrawi dan didampingi Deputi V Bidang Harmoninasi dan Kemitraan Gatot S. Dewa Broto.
PT Liga diwakili oleh CEO Joko Driyono, dan sekretaris Tigor Shalomboboy. Selain perwakilan 18 klub, ada pula representasi PSSI, yaitu ketua tim pembelanya, Togar Manahan Nero.
Joko mengatakan pertemuan tidak menghasilkan keputusan apa-apa. Sebabnya, PT Liga dan ke-18 klub tetap pada pendiriannya yang menginginkan PSSI sebagai penyelenggara kompetisi dengan operator PT Liga dan kompetisi tetap diikuti 18 klub.
Sementara Menpora meminta PT Liga Indonesia dan klub QNB League untuk ikut aturan main pemerintah, namun CEO PT Liga, Joko Driyono tidak sepakat akan keputusan pemerintah yang meminta kendali kompetisi tetap ditangan PT Liga Indonesia. Itu dikarenakan, PT Liga harus berada dibawah kendali Tim Transisi.
Joko pun menolak mentah-mentah usulan pemerintah, apalagi pihak Kempora hingga saat ini belum mengumumkan nama-nama orang yang akan mengisi tim tersebut.
"PT Liga Indonesia tidak bisa serta merta memenuhi tuntutan Menpora untuk menggelar kompetisi lanjutan di bawah kendali Tim Transisi. PT Liga Indonesia memiliki pertanggung-jawaban terhadap para pemegang saham dan Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI)," ungkapnya.
"Karena itu kami belum bisa terima usulan Menpora, yang kami tangkap, Menpora ingin PT Liga melanjutkan kompetisi di bawah Tim Transisi. Kami akan membicarakan hal ini dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) dan mendengar keputusan ecxo (PSSI) pada 2 Mei mendatang," kata Jokdri

Konate: New Radiant lebih baik

TeknoLaNesia
New Radiant akan tampil jauh lebih baik di kandangnya pada laga lanjutan Grup H Piala AFC 2015, Rabu (29/4/2015). Gelandang Persib Makan Konate mengatakan, sebagai tim tamu Persib tidak boleh lengah untuk menggapai asa lolos babak 16 besar sebagai juara grup.

Ia mengaku memang lawannya itu pernah dikalahkan Maung Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, beberapa waktu lalu. Akan tetapi semua bisa berubah dengan motivasi yang dimiliki lawannya tersebut.

"Saya rasa mereka sekarang jauh lebih baik, target menang di sana bukan hal yang imposible, kita bisa mengambil tiga poin dari sana, tapi memang perlu kerja keras. Kita akan bermain maksimal," kata pemain bernomor punggung 10 ini sebelum bertolak ke Maladewa, Minggu (26/4/2015).

Konate percaya saat timnya bermain maksimal, akan banyak gol tercipta. Kondisi pemain yang sedang fit juga menambah kepercayaannya jika Maung Bandung masih dapat beringas di hadapan publik New Radiant. Ia juga berharap bisa mencetak lebih banyak gol di Maladewa dengan kerjasama tim yang baik.

"Buat Persib semua pertandingan adalah penting seperti pertandingan derby. Semua akan penuh emosi dan jangan anggap enteng lawan siapapun. Insya Allah kita menang. Cetak gol akan berusaha, yang penting tim menang tiga poin, tidak draw," tegasnya. ***

Persib Bawa Strategi Khusus Hadapi New Radiant

TeknoLaNesia
Persib siapkan strategi baru untuk menghadapi New Radiant pada laga lanjutan Grup H Piala AFC 2015 di Maladewa, Rabu (26/4/2015). Djadjang Nurdjaman mengungkapkan, hal tersebut sebagai usahanya meraih hasil maksimal pada pertandingan tandang terakhir fase Grup H.

Strategi yang akan diterapkannya itu juga untuk mengantisipasi lawan yang sudah mengetahui gaya bermain Maung Bandung saat melawat ke Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu.

"Kita sudah siapkan strategi lain. Karena, kalau bermain away tentunya kita berbekal strategi lain, kita tidak terlalu terbuka. Ini laga away banyak faktor yang bisa terjadi, cuaca, lapangan dan lainnya," kata pelatih Persib ini di Mes Persib, Minggu (26/4/2015).

Djadjang juga ingin mengamankan posisi juara grup lebih cepat, meskipun setelah melawat ke Maladewa, timnya menyisakan satu pertandingan kandang kontra Ayeyawady United bulan depan.

"Target insya Allah tiga poin, optimisi tiga poin agar lebih cepat mengamankan juara grup. Cuaca? kita sudah berupaya di sini untuk aklamatisasi, lumayan kita bisa menggelar 4 kali latihan di siang hari, artinya sebagai antisipasi untuk itu," lanjutnya. ***

Kepolisian Pantau dan Amankan Aksi Aremania

TeknoLaNesia
Aksi Aremania -julukan suporter Arema- terus dipantau oleh pihak kepolisian. Mereka melakukan pengamanan agar aksi damai ini terjerumus ke kericuhan.
Wakapolresta Malang Kompol Budi Santoso berjanji akan terus melakukan pemantauan massa. Menurutnya, kepolisian akan terus berkomunikasi dengan massa, menyusul munculnya ancaman menganggu kegiatan Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang sedang digelar di Malang.

"Tetap akan kita komunikasikan, saya yakin adik-adik ini cinta damai," ujar Budi.

"Ini acara nasional. Kita akan persuasif, langkah penindakan itu terakhir. Tetapi itu tidak kita rekomendasikan," imbuh Budi.

Sebagai bentuk pengamanan, kepolisian menurunkan 350 personel mereka. Mereka dibantu dibantu 100 personel Brimob, 100 personel Kodim dan 100 orang Pamdal.

Budi mengaku menempatkan anggotanya untuk pengamanan terbuka dan tertutup. Tindakan diutamakan pencegahan dengan berupaya mengarahkan massa agar tidak melakukan tindakan yang merusak.

"Memang situasi yang dirasakan adik-adik Arema sedang tidak nyaman. Kita turunkan personel, mencarikan alternatif jalan untuk mengurai kemacetan. Kita sudah monitor sejak tiga hari lalu," tandasnya.

Urung Bertanding, Persela Gelar Latihan Rutin

TeknoLaNesia. 26/04/2015
Lamongan: Persela Lamongan hanya menggelar latihan rutin usai gagal melaksanakan pertandingan melawan Semen Padang di Stadion Surajaya, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Sabtu 25 April.

"Kami hanya menggelar latihan rutin agar stamina pemain tidak menurun dan soal kelanjutan kompetisi kami hanya menunggu hasil pertemuan antara Menpora dengan PT Liga Indonesia dan 18 klub," ujar Asisten Pelatih Persela Lamongan Didik Ludianto di Lamongan, Sabtu (25/4/2015).

Didik juga mengatakan pembatalan pertandingan melawan Semen Padang membuat program latihan yang disiapkan pelatih menjadi sia-sia, untuk itu diperlukan latihan agar stamina dan motivasi tidak menurun.

"Latihan rutin ini hanya untuk menjaga performa pemain dan kami terus berusaha memberi motivasi agar sabar dan tak jenuh menanti kompetisi yang belum jelas," katanya.

Ia berharap, masalah kompetisi dan kisruh sepak bola Indonesia bisa selesai dan cepat dijalankan kembali, sehingga nasib sejumlah klub yang berlaga tidak mengambang.

Hasil rapat pihak manajemen Persela Lamongan bersama panita pelaksana pertandingan dan pihak keamanan, memutuskan untuk tidak menggelar pertandingan Persela melawan Semen Padang yang sedianya digelar Sabtu petang.

Hasil lainnya, manajemen Persela akan menunggu keputusan dari Menpora dan PSSI terkait dengan kompetisi ke depan, sebab Sekretaris Persela Lamongan Mudji Santoso mengaku telah diundang PT Liga Indonesia dan Menpora pada Senin 27 April ke Jakarta untuk membicarakan kompetisi.

"Kami belum bisa bersikap terkait rencana ke depan, dan kami akan diundang Menpora dan PT Liga Indonesia ke Jakarta lusa untuk bertemu membicarakan masalah ini," kata Mudji.

Batal Bertanding kontra PSM, Persegres Rugi Rp30 Juta

TeknoLaNesia. 26/04/2015
Gresik: Manajemen Persegres Gresik United mengalami kerugian hingga Rp30 juta, akibat batalnya pertandingan kontra PSM Makassar yang rencana digelar di Stadion Petrokimia Gresik, Minggu 26 April.

"Hasil rapat bersama telah memutuskan besok (red-hari ini) tidak ada pertandingan, ini karena kepolisian tidak mengelurkan surat izin keramaian, sehingga dipastikan pertandingan Persegres melawan PSM Makassar batal," ucap Sekretaris Persegres GU, Hendri Febry di Gresik, Jatim, Sabtu (25/4/2015).

Akibatnya, Manajemen Persegres mengalami kerugian besar, karena sudah mencetak tiket sebanyak 15 ribu, menyiapkan komponen pertandingan berupa pembuka pertandingan yang mengundang seni budaya "Pencak Macan", serta akomodasi dan trasnportasi pemain lainnya.

"Kalau ditotal seluruh biaya yang sudah kami keluarkan untuk menyiapkan komponen pertandingan hingga mencetak tiket, yakni sebanyak Rp30 juta, dan ini tentunya kerugian besar bagi kami selaku tuan rumah," ucapnya.

Ia juga berharap, permasalahan antara PSSI dan Menpora bisa segera diselesaikan dan liga bisa kembali dijalankan karena apabila tetap dibiarkan mengambang akan banyak kerugian materi yang dialami beberapa manejemen klub. Hendri mengaku, Manajemen Persegres telah diundang PT Liga Indonesia sekaligus Menpora pada Senin (27/4) ke Jakarta untuk membicarakan permasalahan kompetisi.

"Kami berharap, setelah adanya pertemuan dengan PT Liga Indonesia dan Menpora, permasalahan bisa segera selesai, dan kompetisi akan kembali bisa dijalankan," urainya.

Sebelumnya diberitakan, Kepolisian Daerah Jawa Timur melarang sejumlah pertandingan sepak bola yang digelar di wilayah itu, termasuk laga Persegres Gresik United melawan PSM Makassar pada Minggu 26 April di Stadion Petrokimia, Kabupaten Gresik.

"Pelarangan pertandingan kami dapat dari Polda Jatim, bahwa mereka tidak memberikan izin laga Persegres melawan PSM pada Minggu besok karena perintah langsung Mabes Polri melalui TR (telegram rahasia)," papar Hendri.

Izin Pertandingan Tak Keluar, Dua Laga Perdana Divisi Utama Batal Digelar

TeknoLaNesia. 25/04/2015
Pamekasan: Dua laga perdana pada kompetisi Liga Divisi Utama yang digelar di Pulau Madura dan Jawa Timur batal digelar. Pembatalan itu dipastikan usai pihak kepolisian tidak mengeluarkan izin pertandingan.

Adalah laga perdana di grup lima antara Perssu Sumenep kontra tim asal Kabupaten Malang, Persekam Metro FC yang tidak mendapat izin pertandingan itu. Mereka sebelumnya sudah direncanakan akan bertanding di Stadion A. Yani Sumenep pada Minggu 26 April.

"Izin penggunaan stadion dan izin keramaian dari Pemkab Sumenep kita sudah dapat, tapi izin dari kepolisian tidak kami peroleh, karena tidak ada rekomendasi dari Mapolda Jatim. Sebab itu, Polres tidak memberi izin pertandingan," terang Manager teknik Perssu Sumenep, Junaidi, Sabtu (25/4/2015).

Selain Perssu Sumenep, Persepam Madura juga tidak mendapat izin pertandingan dari pihak kepolisian. Untuk itu, mereka pun tidak bisa melanjutkan perjalanannya untuk melawat ke markas PSMP Mojokerto yang menjadi lawannya di grup empat Divisi Utama.

"Persepam MU gagal berangka ke Mojokerto, karena sampai saat ini, belum juga ada kepastian terkait izin pertandingan dari Polres setempat," terang Assisten Manajer Persepam MU, Nadi Mulyadi. 
(PAT )

Panpel Persebaya: Kami Gagal Gelar Pertandingan

TeknoLaNesia. 25/04/2015
Surabaya: Persebaya Surabaya dipastikan tidak bisa melakoni laga lanjutan kompetisi Liga Indonesia (QNB League 2015) lantaran tidak mendapat izin keamanan dan keramaian dari polisi. Mengetahui hal ini, Sekretaris Panitia Pelaksana Arderio Hukum lantas meminta maaf kepada para suporter Persebaya atau dikenal Bonek.

"Saya mohon maaf, pertandingan batal karena tidak ada izin menggelar," katanya singkat kepada wartawan, Sabtu (25/4/2015).

Duel Persebaya menghadapi Persiba Balikpapan sejatinya akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya Jawa Timur, Minggu, 26 April 2015, pukul 19.00 WIB, besok. Namun, polisi tidak mengeluarkan izin pertandingan karena sesuai arahan Kapolri setelah mendapat surat dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tentang pelarangan kegiatan kompetisi sepak bola Liga QNB 2015.

Rio, sebelumnya mengaku telah berusaha coba berokoordinasi dengan Polrestabes Surabaya untuk negosiasi, namun upayanya gagal.

"Tapi usaha kami gagal dan diminta untuk cooling down sehingga pertandingan Persebaya menghadapi Persiba tetap tidak bisa terlaksana. Sekali lagi kami mohon maaf," kata Rio.

Batalnya laga ini pun berbuntut panjang. Panpel mengaku mengalami kerugian hingga Rp120 juta, yang terdiri dari biaya cetak tiket, penyewaan dan pajak lapangan, serta hal-hal teknis lainnya.
(PAT )

"Batal Bertanding akan Berdampak Buruk pada Pemain"

TeknoLaNesia. 26/04/2015
Surabaya: Pelatih Persiba Balikpapan Eddy Simon mengaku pembatalan pertandingan kontra Persebaya akan mempengaruhi anak-anak asuhnya secara mental dan psikis. Pertandingan itu seharusnya digelar pada Minggu 25 April.

"Kalau secara teknis, semua pemain siap tampil dan siap menunjukkan kemampuannya menghadapi tuan rumah Persebaya. Tapi karena batal, tentu mempengaruhi secara psikis," kata Eddy, kepada wartawan di Surabaya, Sabtu (25/4/2015).

Eddy pun mengaku kecewa karena timnya batal bertanding melawan tuan rumah. Akan tetapi, ia mengaku legowo untuk menerima keputusan ini.

"Sejujurnya kami sangat kecewa. Tapi mau bagaimana lagi, ini sudah keputusan, dan kami harus menerima kenyataan ini," pungkas Eddy Simon.

Pertandingan Persebaya melawan Persiba batal digelar setelah panitia pelaksana tidak mendapat izin keamanan dari kepolisian. Polisi tidak berani mengeluarkan izin pertandingan karena sesuai arahan Kapolri untuk tidak mengeluarkan izin pertandingan Liga Indonesia. 
(KRS)

Kemenpora: Pembentukan tim transisi sesuai mekanisme FIFA

TeknoLaNesia. 25/04/2015.
Jumlah Tim Transisi bentukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) masih belum terjawab. Hal tersebut, dilakukan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi dan kawan-kawan agar kompetisi profesional teratas terus berjalan.
Kemudian, dengan supervisi KONI dan KOI. Padahal biasanya, kompetisi yang kini disebut QNB League, dijalankan PT Liga Indonesia (PT LI).

Hal tersebut, merupakan kelanjutan dari aksi Kemenpora memberikan sanksi administratif kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Sehingga, segala kegiatan keolahragaan PSSI, tidak lagi diakui. Begitu juga, dengan keputusan atau tindakan yang dihasilkan PSSI.

Baik itu soal kompetisi, maupun tim nasional. Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, menuturkan bahwa jumlah anggota dan tugas yang akan dikerjakan Tim Transisi, baru terlihat setelah nanti terbentuk. Namun yang pasti, Tim Transisi diminta menunjuk operator untuk menyelenggarakan kompetisi.

"Tim itu dibentuk untuk masa peralihan dan bekerja sampai kepengurusan PSSI terbentuk. Karena itu, harus sesuai mekanisme FIFA. Jadi, yang menyelenggarakan Tim Transisi. Siapa yang memilih kepengurusan, bukan Tim Transisi. Karena, tidak ada kewenangan memilih calon Ketua. Yang menentukan adalah voters," katanya.

"Idealnya, bisa diumumkan hari ini. Namun, kami masih butuh waktu. Saya sendiri sudah mulai ditugaskan menghubungi tokoh tertentu, tapi sibuk dan tidak tahu sepak bola. Memang tim sembilan tahu bola. Kelemahan Tim Sembilan, itu kan tidak tahu bola, cuma Ricky Yacobi saja. Target kami pokoknya secepatnya," imbuhnya.

Gatot menambahkan, Tim Transisi akan menjalankan kompetisi teratas tetap dengan 16 klub. Yakni, tanpa Arema Cronus dan Persebaya Surabaya.

"Apa 16 atau 18 klub, saya jawab tetap 16. Kecuali, keduanya bersedia rekonsiliasi dan rekomendasinya bisa sambil jalan," pungkasnya.

RESMI PERSELA SEMEN PADANG BATAL

TeknoLaNesia, 25/04/2015. Panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persela Lamongan memastikan tidak akan menggelar pertandingan lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2015 kontra Semen Padang. Pertandingan ini seharusnya dilangsungkan di Stadion Surajaya, Sabtu (25/4) malam
Panpel Persela akhirnya memutuskan untuk tidak menggelar laga karena tidak ada izin keramaian dari Polres Lamongan. Keputusan itu diperoleh setelah pihak panpel, manajemen Persela, Semen Padang dan perangkat laga mengadakan technical meeting, Jumat (24/4) malam.

"Karena tidak ada izin, kami pun tidak akan menggelar pertandingan," sebut Ketua Panpel Persela Sujito. Pihak kepolisian juga tidak berani mengeluarkan izin menyusul adanya surat dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).  Terlebih lagi, surat ini ditembuskan ke Presiden, Kapolri dan seluruh kepala daerah di Indonesia.

"Selain itu, surat Menpora juga ditembuskan kepada Gubernur dan Bupati yang menegaskan untuk tidak memberikan fasilitas pertandingan. Ada juga surat dari BOPI yang diberikan kepada manajemen Persela. Ini yang menjadi dasar bagi kami untuk tidak melaksanakan pertandingan besok," pungkasnya.

 
Powered By Blogger

Total Tayangan Halaman